Kehebatan Koil Legendaris YZ 125 memang sudah Tersebar kemana mana ......Entah siapa yang memulai pertama kali menggunakan nya ......Ketika Bulan Kemarin saya berkesempatan untuk Pergi Ke Taiwan ....Di Salah Satu Pabrikan Didepan Ruang Dyno Test nya Terlihat ada Motor Jupiter Z dengan Stripping yang berbeda....setelah mengorek ngorek informasi ...ternyata kepunyaan salah satu team papan atas Yamaha dari negri Jiran Malaysia yang sedang di riset mesin nya untuk keperluan balap disana ....Sepintas Tidak ada yang menarik ....Karena yang tersisa Hanya Rangka dan bagian Crankcase saja .....Sedangkan bagian blok piston dan Head nya tidak ada ....Tapi Kemudian ada yang Menarik perhatian saya ....Karena Terlihat Masih menempel Koil.....dari kejauhan saya mendekat .....waaah waaah waaah ....Ternyata Koil YZ 125 juga toohh yang dipakai dan dipercaya untuk Balap di Malaysia ....Top Markotop memang ini koil .....Koil YZ 125 dengan Kode produksi 4SS-0085D ini juga yang pernah kita test di motor mio 150 cc nya kita beberapa waktu yang lalu ........Seperti nya untuk Asia Tenggara Koil YZ 125 ini masih di percaya dan menjadi no 1 di arena balapan ......Naahh Masih pakai Koil Standaran ?? mau meningkatkan performa motor anda ?? boleh coba nihh Koil yang satu ini .....Dijamin maknyuuussss......[Variasi 53]
Kunjungan ke Salah Satu Pabrik Shockbreaker KTC
Naahh Tahun Ini Variasi 53 kebagian Jatah Kunjungan Ke salah satu Pabrik Pembuatan Shockbreaker KTC .....Pabrik Berlantai 3 ini Setiap lantai nya mempunyai bagian tersendiri .....Lantai pertama adalah Administrasi dan bagian pengepakan barang yang sudah siap untuk di kirim ....Naik Satu lantai lagi adalah bagian Riset dan Desain untuk Produk Shockbreaker Terbaru yang akan di buat....paling atas adalah lantai perakitan dan pembuatan Shockbreaker KTC.....nahhh Variasi 53 kebagian Foto Foto nihh di sini .....Setelah meminta Ijin terlebih dahulu....Langsung dehh keluarin Kamera jepret sana jepret sini ......hehehhehe ......Maklum baru pertama kali dapat Kunjungan ke Pabrik pembuatan Shockbreaker dan merupakan Suatu kesempatan yang jarang terjadi .......Disini Kita bisa melihat Bagaimana Shockbreaker KTC dibuat, dan di test terlebih dahulu sebelum akhir nya dilempar ke pasar .....Mulai dari perakitan, pengisian oli shockbreaker, kemudian Gas, dan setelah itu di test menggunakan mesin yang di sambungkan ke komputer sehingga ketika test berhenti ...hasilnya dalam bentuk grafik sudah dapat terlihat .....Naah dapat ilmu lagi nihh di sini ...ternyata Untuk melakukan Pengisian Gas kedalam Tabung shockbreaker tidak bisa dengan proses manual lho ......Ada mesin Khusus untuk memasukan Gas kedalam Tabung shockbreaker .....Lama Proses nya Kurang lebih sekitar 5 menit.....pada saat dilakukan pengisian gas .....terlihat shockbreaker bergerak naik turun beberapa kali .....sampai akhir nya mesin berbunyi dan keluar tulisan proses pengisian telah sempurna ......wuiiiihhh mantaaaabs yaaah .....makanya nihh untuk para pemilik shockbreaker Gas ...jangan iseng iseng mengurangi dan menambahkan dengan Nitrogen di tempat jual ban....Karena kita tidak pernah tahu berapa tekanan ideal didalam Shockbreaker itu sendiri .....jadi untuk melakukan settingan Kekerasan per dan rebound ...cukup di setting dengan Putaran yang telah disediakan .....Gimana ....sudah ada gambaran kenapa Shockbreaker KTC untuk setiap Model nya selalu dapat memuaskan para pemiliknya......[Variasi 53]
Hasil Test Per Klep Jepang Akutagawa VIP
Test yang sekarang akan dilakukan adalah kepada Per Klep Jepang Akutagawa VIP. Per Klep Jepang Akutagawa VIP ini merupakan Hasil riset mekanik Suzuki Akutagawa San. Dan Sekarang Rumah Modifikasi VIP mempergunakan Per Klep Jepang Akutagawa ini juga untuk Memperkuat Lini Produk Performance parts nya....
Penggunaan per klep racing di arena balap memang sangat diperlukan. “Untuk mencegah terjadinya floating,” Kalau floating, risiko paling buruk klep bertabrakan dengan piston, patah deh.
Hal ini dikarenakan mesin balap bisa berkitir tinggi. Jika tetap pakai per standar, dipastikan saat putaran tinggi klep tak menutup sesuai timing noken as, karena terlambat menutup lantaran per keburu lemas.
Makanya per-per ini kurang cocok untuk mesin standar. “ Karena Mesin Standar Power nya Kecil dan akan berkurang karena harus memutar per Klep yang keras, Kerugian lain seating dan ujung batang klep akan mudah aus.
Nah gimana performa per-per aftermarket di atas? Untuk mengetahuinya kami menguji langsung. Parameter yang diukur ada dua, yaitu daya tekan dan daya tahan.
Daya tekan berhubungan dengan kekuatan per menekan klep, untuk kembali ke posisi semula. Sedang daya tahan pasti berhubungan sama keawetan. Jika punya daya tahan tinggi tak perlu sering-sering ganti. Juga saat balap dari awal sampai bendera finish dikibarkan, performa mesin stabil.
Untuk mengetahui daya tekan, kami gunakan alat pengukur tegangan klep, mereknya Imada dengan satuan Kgf. Pengukuran dengan mengepres per hingga menyisakan panjang mirip saat terpasang di motor ketika ditekan kem.
Kali ini ditekan hingga sisa 18,6 mm. Karena saat per terpasang, panjangnya jadi 25,7 mm, nah diasumsikan pakai kem dengan lift 7,1 mm maka sisanya 18,6 mm. Oh iya, jika dibalap lift-nya bisa lebih dari itu. Per standar tekanannya 30,5 Kgf.
Sedang daya tahan dites dengan dipres pakai tanggem. Kali ini dilakukan selama 2 jam. Sebenarnya lebih afdol jika terpasang langsung di motor, karena ada efek panas mesin juga.
Namun sebelum diukur kedua hal itu, juga dicek kondisi fisiknya. Yaitu dari panjang per, diameter batang per, juga banyaknya ulir.
Ketiga hal itu berhubungan sama performa per. Makin panjang dan makin besar ulir per, maka daya tekan makin besar. Sedang jumlah ulir berhubungan dengan daya tekan maksimal, makin banyak maka kian pendek jarak mainnya. Data fisik silakan amati tabel.
Per Klep Jepang Akutagawa VIP Termasuk favorit di balap. Lantaran terkenal kuat dan tahan lama. Awalnya merupakan hasil riset mekanik Suzuki, Akutagawa San. Per yang dijajakan berkisar Rp 450-650 ribu ini, saat dipress pakai alat hingga sisa 18,6 mm mampu memberi tekanan hingga 48,5 Kgf. Sedang setelah dipres panjangnya tetap 30,5 mm.
Per klep aftermarket punya daya tekan dan daya tahan yang jauh lebih besar dari standarnya, hal ini untuk mengimbangi mesin balap yang mampu berkitir tinggi. Namun untuk lebih meyakinkan mesti diuji pada motor secara langsung. Nah tunggu saja kelanjutan tes ini.
Sumber Berita : Motorplus-Otomotifnet Desember 2010
Pengukuran tekanan menggunakan alat khusus merek Imada |
Hal ini dikarenakan mesin balap bisa berkitir tinggi. Jika tetap pakai per standar, dipastikan saat putaran tinggi klep tak menutup sesuai timing noken as, karena terlambat menutup lantaran per keburu lemas.
Makanya per-per ini kurang cocok untuk mesin standar. “ Karena Mesin Standar Power nya Kecil dan akan berkurang karena harus memutar per Klep yang keras, Kerugian lain seating dan ujung batang klep akan mudah aus.
Nah gimana performa per-per aftermarket di atas? Untuk mengetahuinya kami menguji langsung. Parameter yang diukur ada dua, yaitu daya tekan dan daya tahan.
Daya tekan berhubungan dengan kekuatan per menekan klep, untuk kembali ke posisi semula. Sedang daya tahan pasti berhubungan sama keawetan. Jika punya daya tahan tinggi tak perlu sering-sering ganti. Juga saat balap dari awal sampai bendera finish dikibarkan, performa mesin stabil.
Untuk mengetahui daya tekan, kami gunakan alat pengukur tegangan klep, mereknya Imada dengan satuan Kgf. Pengukuran dengan mengepres per hingga menyisakan panjang mirip saat terpasang di motor ketika ditekan kem.
Kali ini ditekan hingga sisa 18,6 mm. Karena saat per terpasang, panjangnya jadi 25,7 mm, nah diasumsikan pakai kem dengan lift 7,1 mm maka sisanya 18,6 mm. Oh iya, jika dibalap lift-nya bisa lebih dari itu. Per standar tekanannya 30,5 Kgf.
Sedang daya tahan dites dengan dipres pakai tanggem. Kali ini dilakukan selama 2 jam. Sebenarnya lebih afdol jika terpasang langsung di motor, karena ada efek panas mesin juga.
Tekanan diukur dengan kondisi mirip di dalam mesin saat lift maksimal. Biar presisi, pengukuran fisik per pakai sigmat digital
Namun sebelum diukur kedua hal itu, juga dicek kondisi fisiknya. Yaitu dari panjang per, diameter batang per, juga banyaknya ulir.
Ketiga hal itu berhubungan sama performa per. Makin panjang dan makin besar ulir per, maka daya tekan makin besar. Sedang jumlah ulir berhubungan dengan daya tekan maksimal, makin banyak maka kian pendek jarak mainnya. Data fisik silakan amati tabel.
Per Klep Jepang |
Per klep aftermarket punya daya tekan dan daya tahan yang jauh lebih besar dari standarnya, hal ini untuk mengimbangi mesin balap yang mampu berkitir tinggi. Namun untuk lebih meyakinkan mesti diuji pada motor secara langsung. Nah tunggu saja kelanjutan tes ini.
Sumber Berita : Motorplus-Otomotifnet Desember 2010
| Data Fisik Per | |||||
| | Panjang | Ulir | Tekanan | Ulir | Setelah Diproses |
| Standar | 30.25 mm | 2.8 mm | 30.5 Kgf | 6.25 | 30.24 mm |
| Jepang | 30.5 mm | 3.1 mm | 48.5 Kgf | 6.25 | 30.5 mm |
| WRD | 32.38 mm | 2.91 mm | 43 Kgf | 6.25 | 32.31 mm |
| 3D1 | 31.5 mm | 2.88 mm | 40 Kgf | 5 | 31.18 mm |
| XX | 30.44 mm | 3 mm | 46.25 Kgf | 5 | 30.38 mm |
Test Jarum Skep Racing Keihin N 68 Series


Penasaran nihh dengan kedatangan Jarum Skep Racing Keihin N 68 Series ....Karena sebelum nya Nozzle racing nya juga membuat karburator PE dan PWK lebih responsif ....jadi Buruan dehh di bongkar karburator yang terpasang di motor Mio 155 cc Kita ....hahahahah mio lagi mio lagi yang di bongkar ....maklum ...supaya lebih terasa kalau ada perbedaan nya ....Sebelumnya Karburator Tipe PWK yang saya pasang menggunakan Jarum KOSO tipe J ( dari seluruh Jarum KOSO tipe J ini merupakan tipe untuk putaran atas ) dan tenaga nya memang paling enak yang saya rasakan....kemudian di coba di ganti dengan tipe N 68 I ( yaitu tipe untuk putaran atas juga ) dengan maksud langsung face to face antara Jarum Skep KOSO bertipe J dengan Jarum Skep Racing Keihin bertipe I hasilnya putaran bawah terasa sedikit terlalu basah tetapi respon dari tengah keatas nya lebih cepat dibandingkan dengan jarum KOSO bertipe J......masih penasaran ....bongkar lagi ...Percobaan Kedua saya mencoba memakai Jarum N 68 bertipe G alias turun 2 step dibandingkan dengan Tipe I.......hasilnya ....Putaran bawah makyuuuss ...Motor langsung teriaaaak tanpa ada laag sedikit pun ...dan asik nya lagi tidak berapa lama menunggu RPM langsung naik lagi ....wuiiihhh beda banget dengan Jarum Skep KOSO bertipe J yang mempunyai karakter soft ....... Ohh yaah untuk Nozzle nya saya menggunakan Nozzle Racing Keihin Ukuran 278......Nahh untuk para Speed lover yang ingin mencoba meningkatkan performa karbu original PWK dan PE bolah coba kedua produk Nozzle dan Jarum Skep racing nya ......Selamat Mencoba.....[Variasi 53]
Test Pulley Fino CNC Thailand
Baru sekarang nihh ada kesempatan mencoba Rumah roller atau Pulley Fino CNC thailand ......Penasaran dengan kehebatan yang tersimpan di dalam Rumah Roller ini ....saya bongkar bagian CVT saya dan melepaskan Big Pulley KTC yang selama ini saya pakai ....kemudian mencoba memasangkan pulley Fino CNC ini ....Pada saat test pertama kali menggunakan roller Fino 9 gr ( karena sebelumnya saya pakai Big Pulley KTC dengan roller 9 gr ) .....hasil test running pertama ...pada saat start motor terasa ngoook berat ....tetapi setelah jeda kurang lebih 1 detik ....motor baru terasa power nya keluar ....cukup cepat dan hampir sama dengan Big pulley KTC yang biasa saya pakai ...tapi perbedaan terasa ketika melepas gas dan memuntir gas kembali ....terasa Pulley FINO CNC Thailand ini jauuh lebih responsif dibandingkan dengan Big Pulley KTC......Penasaran saya ganti Roller nya dengan 7 gr ...wuiihhh saya bisa langsung merasakan nikmatnya akselerasi motor dari torsi yang dikeluarkan oleh pulley FINO CNC Thailand ini......memang lebih terasa nendang jika di bandingkan dengan Big Pulley KTC....sebentar saja ...RPM sudah langsung teriak naik lagi ....jadi cukup mengasikan kalau kita pakai di perkotaan dengan jalan yang pendek pendek ....untuk mencapai 100 km /jam seperti nya hanya di butuhkan 100-125 meter saja ...dengan mio 155 cc saya ....tapi sayang roller 7 gr ini hanya bisa mencapai top speed 105 km/jam di rpm 9600....yahhh top speed nya memang kalah dari big pulley KTC ...saat mencoba memakai roller 8 gr ....sayang Hujan sudah turun menguyur kota bandung .....jadi .....kita tunda dulu hasil menggunakan roller 8 gr nya ...Untuk Pulley FINO CNC thailand ini kita Rekomendasikan untuk pemakaian harian di perkotaan atau untuk Road race....manssstaaaab....[Variasi 53]
Labels:
Test Pulley Fino CNC Thailand
Virus baru Spion KOSO 2011
Setiap kemunculan Produk KOSO pasti bisa menyebarkan Virus baru untuk mempengaruhi para penggemar modifikasi di tanah air untuk memasangkan di motor kesayangannya .....kenapa ???...karena Model, Fitur, dan Kualitas dari produk KOSO yang sudah terbukti handal dan dapat diandalkan ........hasilnya ...blum sebulan peluncuran spion KOSO 2011 sudah mendapatkan respon yang sangat positif dari para pemilik motor Sport di tanah air ....mereka langsung membeli dan ingin memasangkan di motor kesayangan mereka bagaimana pun caranya ....untung saja seiring peluncuran spion KOSO 2011 ini ...Pabrikan KTC sangat sangat pass mengeluarkan adaptor spion untuk motor sport yang di buat dari bahan aluminium dan di proses dengan mesin CNC yang dapat langsung disandingkan dengan spion KOSO 2011 ini untuk dipasangkan di motor kesayangan anda......beberapa motor yang sudah memasang Spion KOSO 2011 ini kita foto ....seperti CBR 250 dan Ninja 150 RR.....jadi untuk para pemilik Motor sport yang menginginkan ukuran spion yang lebih kecil ...dan bisa di tekuk seperti spion Kawasaki Ninja 250 atau spion mobil ...maka boleh dehhh tular tularin sama Virus baru spion KOSO 2011 ini .....tidak apa apa terjangkit Virus yang satu ini ....malah efek nya bikin keren Motor kesayangan anda .....hehehehehe.......[Variasi 53]
Mari SUDCO kan karbu Keihin PWK, PE, Anda
Tentu nya para Bikers yang sering kebut kebutan sudah tidak asing donk....kalau mendengar kata "SUDCO"....Rumah modifikasi asal amerika serikat ini paling terkenal dalam membuat Part racing yang dapat meningkatkan performa karburator original buatan Pabrikan Keihin atau Mikuni....Naaaahh Kali ini kita bahas dan test Bagian Part racing dari Karburator yaitu Neddle Jet Holder atau sering disebut Nozzle ......Penasaran Kita buka Karburator Keihin PE 24 mm Choke tarik, Keihin PE 24 mm Choke pompa, Keihin PE 28 mm NSR SP, dan Keihin PWK SUDCO 28 mm.....Hasilnya Nozzle nya kita jejerkan dan Kita Foto....Setiap Karburator Mempunyai desain yang sedikit berbeda beda ...baik dari jumlah lubang maupun ukuran lubang nya ......Langsuuuung ajaaah ....sudah ga kuaat membuktikan keampuhan Neddle Jet Holder atau Nozzle Racing ini ...kita bongkar PE 24 mm choke tarik dan nozzle nya kita ganti dengan Ukuran Nozzle # 280 ( dengan catatan ...sebelumnya PE 24 mm Choke tarik ini telah di setting untuk disesuaikan dengan motor Mio 150 cc head standar ...dengan menggunakan Pilot Jet 38, Main jet 120, dan jarum skep di posisi 2 dari atas. ) dengan Main jet disamakan dengan ukuran nozzle original nya yaitu 120....kita langsung pasang saja .....dan test .....perbedaan yang dirasakan ....ketika memakai nozzle original nya ....ketika gas di buka tiba tiba sampai full ....terdengar ada lagg sekitar 0,5 detik baru motor teriak ....kemudian ...suara mesin pun terdengar basaah .....sedangkan ketika menggunakan Nozzle racing berukuran #280 ini ....kita bisa dengan leluasa membuka putaran gas dari tertutup sama sekali ...sampai terbuka full....tanpa terdengar adanya gejala lagg karena terlalu banyak bensin yang naik ke venturi .....Naah Kita coba lagi dengan menggunakan nozzle yang berukuran #278 ....Hasilnya mesin teriak lebih kering lagi ....mantaaaabs....dan Asiiiikknya ....Kelemahan Karbu PE 24 mm Thailand yang semula tidak bisa di hentak ..sekarang hilang ....hehehehhe ..Serasa pakai Karburator PE 24 mm SUDCO ......Dengan Penambahan 200 rb ....Anda bisa mendapatkan Rasa karburator SUDCO untuk karbu Keihin thailand anda......Penasaran ....Boleh Hubungi Kami untuk mendapatkan nya .......Buruan ...53 Pembeli pertama Kita Berikan Harga khusus dan Speciaaaal .....[Variasi 53]
Subscribe to:
Posts (Atom)
